Poetry

November 2, 2008 at 8:11 am (Uncategorized)

KEKASIH TERBAIK

Aku adalah selimut yang selalu menghangatkanmu

Aku adalah lampu yang selalu menerangimu kala kau dalam kegelapan

Aku adalah tongkat yang selalu menuntunmu kala kau kehilangan arah untuk melangkah

Ku yakin kau butuh aku karena aku malaikat kecil yang diturunkan Tuhan untuk menjadi kekasih terbaikmu

REMBULAN

Wahai rembulan…

Apakah kau dengar detak jantungku?

Walau kau jauh diatas sana

Namun ku tetap memperhatikanmu

Belaian cahayamu telah merasuk dijiwa

Andai kau ijinkan aku tuk menyentuhmu

Pasti ku akan belajar tuk mencintaimu

Wahai malam…

Tolong sampaikan sepercik anganku kepada sang rembulanku

KILAU MALAM

Malam senyap bertabur bintang

Bersinar bagai tiara sang Kuasa

Gemilau, terangi hati yang sedang rindu belahan jiwa

Entah apa yang harus aku lakukan tuk ungkapkan

Kita akan selalu ada

MERINDUKANMU

Ketika sang pujaan hati tak kunjung datang

Dalam heningan malam yang sunyi

Rindu akan cintamu

Telah terpahat dilubuk hati

Disini aku berkhayal pada bayangmu

Menggambarkan betapa rindunya aku padamu

PUING-PUING CINTA

Jeritan hati yang terkuak dalam kisah asmara

Reruntuhan puing-puing cinta menggelora

Pancaran serta raut wajah yang merona

Membuat hati semakin cinta

Semakin sakit pula kalau hati didustai, sayang…

JIWA YANG MERANA

Bila cinta hanya diukur dan dilihat dari segi fisik dan materi

Maka betapa banyak korban-korban cinta

Betapa bumi kan dipenuhi air mata kesedihan dan penyesalan

Betapa banyak pena yang diperlukan tuk menulis ratapan sedih maupun kutukan

Dan betapa banyak jiwa yang merana

APA ARTINYA CINTA

Dimalam yang gelap gulita

Seperti hatiku yang sedang merana

Diiringi hujan gerimis

Seperti air mataku yang tak hentinya menetes

Disaat itu pula aku tahu apa artinya cinta

Dari dulu beginilah cinta

Deritanya tiada akhir

SEPASANG MERPATI

Indahnya pagi ini

Kudengar burung-burung bernyanyi riang

Mengiringi pohon kelapa yang sedang bergoyang

Kulihat sepasang merpati terbang beriringan dengan senyum ceria

Alangkah bahagianya mereka mengawali pagi bersama-sama

Wahai merpati…

Aku turut bahagia untukmu

Jagalah dia yang mencintaimu

TANPAMU

Saat ku terjaga dari tidur panjangku

Kau telah benar-benar pergi jauh

Tinggalkan aku dan cintaku

Sungguh ku tak bisa hidup tanpa cintamu

Dan tak bisa melewati waktu tanpamu

Tuhan…

Kembalikan dia padaku

Jika dia memang takdir yang Kau pilih untukku

Tapi jika tidak

Ijinkan aku melihatnya untuk yang terakhir kali

Hingga Kau hentikan detak jantungku

Dan menutup mata ini untuk selamanya

TAK INGIN KEHILANGANMU

Kalau aku jadi air mata

Aku ingin hidup di matamu

Lahir di pipimu

Dan mati di bibirmu

Tapi kalau kamu jadi air mataku

Aku tak kan pernah menangis

Karena aku tak ingin kehilanganmu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: